Tags

 Anda mungkin sudah mengetahui perbedaan performa antara Windows Vista dan Windows 7 di lingkungan dekstop. Walau banyak orang merekomendasikan penggunaan Windows 7 tidak hanya buat PC baru tetapi juga notebook, bisa jadi tidak ada keuntungan-nya mengubah sistem operasi yang sudah ada dikomputer anda.

Nah, di lingkungan notebook menarik untuk ditelaah. Versi Windows manakah yang  menawarkan performa terbaik untuk notebook ? Dan apakah versi Windows tertentu menjanjikan dampak penting bagi lamanya penggunaan baterai (battery life)?

Windows XP begitu populer karena ia sleek dan gegas. Windows Vista mempunyai reputasi sebaliknya, walaupun ia mengenalkan beberapa fitur baru yang berpotensi mendongkrak performa. Sebagai contoh, SuperFetch meload aplikasi-aplikasi yang sering digunakan di background, memanfaatkan semua sistem RAM yang ada hingga sistem lebih kencang larinya. ReadyBoost mendayagunakan flashdisk gegas USB 2.0 guna menghadirkan randomm access memory tambahan buat aplikasi. Pun, ReadyDrive mengenalkan dukungan buat HHDD (Hybbrid Hard Drive), kendati fitur ini tidak pernah dipakai.

Dan akhirnya, ada Windows 7, yang umumnya menawarkan performa lebih baik. Pengujian menggunakan Dell Latitude D630 notebook dan 3 hard disk identik 2.5″ Seagate Momentus 7200.2 untuk menginstall ketiga versi Windows: Windows XP, Windows Vista, dan Windows 7. Bermodalkan ketiga OS tadi, saatnya kita mencoba melakukan analisa.

Windows XP

Windows XP telah lama menjadi OS pujaan bagi para enthusiast tulen. Kebanyakan orang enggan menggunakan Windows Vista karena kerjanya lebih lambat dan driver compatibility juga parah. Aplikasi-aplikasi juga membutuhkan waktu lebih lama saat booting dan shutdown.

Windows XP diinstall dengan Service Pack 3, namun terganjal masalah AHCI, yang diaktifkan pada semua OS. Untuk memulai instalasi, dibuatlah setup disc yang berisi ACPI-compatible Intel Matrix storage driver. Semua driver yang tercantum di test setup diinstall, plus semua update Windows XP sejak 10 November.

Selanjutnya setting skema portable power dibuat seperti ini:  mematikan harddrive setelah 10 menit, shuttdown sistem saat kapasitas baterai tersisa 5%, display tetap on setiap saat, tanpa screen saver dan tanpa fitur standby.

Windows Vista

Berdasar komparasi mendalam antara Windows XP dan Windows Vista yang dilakukan sebuah website membuktikan tidak ada perbedaan performa yang signifikan, dan masih menyisakan sedikit kekurangan di Windows Vista. Instalasi Vista juga menyertakan semua update yang tersedia sampai 10 November, beserta driver yang tercantum di test setup. Vista default setting tidak berubah.

Windows 7

Sekali lagi, instalasi Windows 7 mengikutkan semua update yang tersedia sampai 10 November 2009. Pengujian menggunakan BAPCo MobileMark 2007 versi 1.06 yang cocok buat Windows 7. Benchmark menggunakan aplikasi-aplikasi berikut untuk menciptakan skenario beban kerja pada PC: Adobe AcrobatReader 7.0, Adobe Ilustrator CS2, Adobe Photoshop CS2, Apple Quicktime 7.1, Intervideo WinDVD 8, Macromedia Flash 8, Microsoft Office 2003 Pro, Microsoft Project 2003, dan Winzip 10.0.

Selama pengujian, MobileMark pun mendapat jeda beberapa menit. MobileMark merupakan powerful tool untuk menganalisa application performance dan battery runtime pada notebook dan diketiga versi Windows.

Performa dan Battery Runtime

Hasilnya lumayan mengejutkan. Harap diingat notebook uji yang dipakai menjalankan ketiga OS adalah sama dan pengujian menggunakan skema power setara (balanced/portable). Windows XP dengan Service Park 3secara gamblang menunjukkan application performance tertinggi, dan Windows 7 tampaknya tidak begitu superior. Tampaknya Windows 7 mencoba lebih berhati-hati dalam performa dengan harapan untuk memaksimalkan battery life. Mari kita lihat hasil runtime MobileMark 2007.

Ternyata benar, Windows 7 menawarkan runtime tertinggi dari kedua pesaingnya, sementara setup tercepat, berdasar Windows XP dengan XP3, sesungguhnya membuktikan battery life lebih singkat. Perbedaannya tidak signifikan, namun pada notebook yang dipakai pengujian (dengan powerful 9-cell baterai) perbedaan runtime antara Windows XP dan Windows 7 sebesar 28 menit. Ini lumayan banyak bila anda membayangkan tengah menuntaskan tugas membuat presentasi selama penerbangan lintas negara.

Windows 7 mampu menyuguhkan performa lebih baik daripada Windows Vista. Akan tetapi, dari ketiga versi Windows – Windows XP, Vista, dan Windows 7 – menyuguhkan hasil lumayan berbeda sewaktu digunakan pada upper-mainstream notebook, seperti Dell Latitude 630.

Pengujian juga menggunakan hardware sama dan 3 hard disk sama 2.5″ Momentus 7200.2 160GB. Bahkan firmwarenya sama. Pengujian menyamakan power scheme setting sebanyak mungkin untuk mendapatkan komparasi berimbang. Hasil performanya tidak mengejutkan, karena Windows XP dengan Service Pack 3 meraih poin tertinggi di application performance. Jadi bila anda menginginkan aplikasi berjalan paling gegas maka Windows XP masih pilihan terbaik.

Windows Vista juga lebih baik, meski reputasinya jeblok; performa dan bettery runtime berimbang. Tapi performa masih kalah dari Windows XP, namun battery runtime sedikit lebih baik. Windows 7, yang meraup sejumlah pujian, tertinggal dalam pertarungan performa, kendati perbedaannya tidak terlihat pada pemakaian sehari-hari. Sementara, battery life diketiga OS sepadan. Jika instalasi Windows XP memaksa shutdown setelah 5 jam dan 50 menit, Windows 7 masih menyisakan waktu lebih sebesar 28 menit. Jadi battery life Windows 7 8% lebih banyak.

Hasil dan khususnya perbedaan 8% tidak seberapa berpengaruh, meski ini membantu kita dalam memilih OS. Bila anda berniat membeli notebook baru, pilihan terbaik tampaknya jatuh pada Windows 7. Performanya mendekati XP, tapi anda mendapat battery runtime ekstra sebagai bonus.